Cara Membedakan Fintech Legal dan Ilegal

Fintech saat pandemi seperti ini sedang naik daun. Karena masyarakat bisa terbantu dengan keberadaan fintech baik untuk memenuhi kebutuhan bulanan maupun untuk menjalankan usaha baru. Selain itu, beberapa orang juga terbantu karena bisa diandalkan untuk dana darurat.

Bicara soal fintech, OJK masih getol melakukan operasi siber. Tujuannya untuk menyisir fintech yang belum terdaftar atau beroperasi secara ilegal. Pinjaman online cepat cair bayar bulanan memang menjadi pilihan utama saat ini karena proses dan persyaratannya mudah.

Namun, sayangnya ada beberapa oknum yang memanfaatkannya dengan meraup untung sebanyak-banyaknya sehingga tak sedikit yang menjadi korban. Di situlah peran OJK dalam mengatur lembaga keuangan agar tunduk pada peraturan yang berlaku sehingga konsumen terlindungi.

Di sisi lain, konsumen juga harus mulai sadar bahwa kini memang tidak bisa dimungkiri fintech ilegal masih tetap bisa beroperasi secara digital. Bahkan mereka menawarkan produknya langsung ke pesan singkat. Pasti pernah juga dong mendapatkan tawaran kredit lewat sms?

Supaya tidak jadi korban, ada beberapa cara untuk membedakan mana fintech yang legal maupun yang ilegal. Sehingga kita bisa menghindari menjadi korban dari para fintech ilegal ini.

Cek daftarnya di situs OJK

Langkah pertama dan paling mudah adalah mengecek nama produk maupun nama perusahaannya di situs resmi OJK. Situs resmi ojk bisa dikunjungi dengan alamat www.ojk.go.id. Secara rutin OJK selalu merilis daftar fintech yang sudah mendapatkan terdaftar maupun yang sudah berizin sehingga bisa beroperasi melayani calon debiturnya. 

Perlu diketahui juga ya, jika nama produk kadang-kadang berbeda dengan nama perusahaannya. Misalnya seperti Kredivo. Kredivo terdaftar di OJK dengan nama perusahaan PT FinAccel Digital Indonesia dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018. Jadi, pastikan juga bahwa nama perusahaan terdaftar sesuai dengan nama produknya. 

Pastikan informasi jelas dan transparan

Fintech yang sudah berizin maupun sudah beroperasi atas restu dari OJK umumnya memberikan informasi yang jelas lewat situsnya. Informasi yang harus kamu ketahui paling tidak adalah bunga pinjaman, tenor beserta dendanya.

Dengan mengetahui ketiga poin tersebut kamu bisa berhitung pokok pinjaman yang bisa diajukan yang disesuaikan dengan kemampuan finansial. Jangan sampai besar pasar daripada tiang. Maksimal yang disarankan beberapa pakar keuangan adalah sepertiga dari penghasilan.

Website sudah https

Bagi orang awam mungkin alamat url website sama saja. Tapi, sebenarnya berbeda. Terutama jika ada situs yang belum menerapkan ssl. Tandanya bisa dilihat di kolom url. Untuk yang sudah memasang ssl ditandai dengan ikon gembok dan alamat url https. Fungsinya agar situs website yang kita kunjungi tidak akan menyimpan data-data sensitif atau pribadi saat melakukan pendaftaran atau submit aplikasi. 

Punya aplikasi yang memadai

Aplikasi sebenarnya adalah media yang membuat calon debitur menjadi lebih mudah dalam proses pendaftaran karena bisa dilakukan langsung dari handphone. Tapi ada juga yang masih melalui website alias belum punya aplikasi. Nah, untuk fintech yang memang serius bisa terlihat dari fitur-fitur di aplikasinya. Jadi, lebih baik cari fintech yang sudah punya aplikasi resmi yang terdaftar di Google Play Store maupun App Store.

Ada cukup banyak fintech legal yang terdaftar di OJK yang sudah memenuhi persyaratan itu semua. Seperti Kredivo yang memberikan informasi bunga, tenor, biaya admin, serta denda yang transparan. Pun aplikasi resminya sudah bisa diunduh secara gratis di Play Store maupun App Store.

Jika tertarik cobalah untuk mendaftar dulu. Syarat mudah kok untuk pengajuan modal pinjaman lewat Kredivo. Punya penghasilan minimal Rp3 juta sudah bisa mendaftar. Paling tidak, Kredivo bisa memberikan kredit limit sampai dengan Rp30 juta bagi memberi premium yang memenuhi persyaratan.

Kredivo memberikan bunga cicilan rendah 2,6% per bulan dengan tenor hingga 12 bulan. Tersedia juga pinjaman tunai dengan tenor fleksibel. Persyaratan mudah dan bisa dilakukan secara online