Cara Menghadapi Pertemanan yang Toxic

 

Mungkin kamu pernah merasa bahwa lingkaran pertemanan di sekitar sangat buruk dan bahkan tidak memberi kontribusi yang positif pada hidupmu. Ketika sedang membutuhkan pendengar, temanmu terkesan seperti tidak tertarik dan malah terus membicarakan masalahnya sendiri. Terkadang, berhubungan dengan beberapa orang teman terasa sangat melelahkan dan membuat stres. 

Hati-hati, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa kamu terjebak dalam pertemanan yang toxic alias toxic friendship. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan pertemanan yang tidak sehat.

Lakukan beberapa hal ini jika kamu memiliki teman toxic

Terjebak dalam pertemanan yang toxic adalah hal yang sangat melelahkan. Jenis teman seperti itu sebaiknya dihindari terlebih jika sudah merugikan. Namun, hal itu tidak akan mudah dilakukan apalagi jika hampir bertemu setiap hari, misalnya teman kampus, teman sekolah, ataupun yang lainnya. berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu di antaranya: 

Kenali Sifat yang Beracun

Penting sekali untuk mengenali apa saja sifat beracun alias toxic yang ditunjukkan oleh seorang teman. Dengan begitu, kamu bisa mulai mencari tahu apakah orang tersebut memang “beracun” atau hanya menjadi teman toxic saja. 

Berani Katakan Tidak 

Merasa tidak enak ketika harus menolak permintaan teman mungkin sering terjadi. Namun, sebaiknya pastikan kembali bahwa teman toxic tidak menjadi bersikap semaunya dan berlebihan. Memutuskan untuk bertahan dengan teman yang toxic bukanlah masalah, tapi kamu harus mengetahui apa konsekuensi dan kemungkinan yang akan terjadi. Jika sudah dirasa berlebihan, cobalah untuk berani mengatakan tidak dan melawan apa yang dilakukan oleh teman tersebut. 

Buat Batasan 

Sangat penting untuk membuat batasan yang jelas, terutama ketika terjebak dalam pertemanan yangs toxic. Hal ini sangat berguna untuk melindungi diri sendiri. Ketika berada di sekitar orang yang toxic, hal yang harus diutamakan yaitu kesehatan mental dan kebahagiaan diri sendiri. Jangan sampai mengorbankan kondisi kesehatan mental hanya untuk membuat senang teman toxic

Mencoba Berteman dengan yang Lainnya 

Tidak masalah jika merasa berat untuk melepaskan lalu memilih untuk bertahan dengan teman toxic. Namun, sebaiknya usahakan untuk tetap berkomunikasi dan berteman dengan teman lain yang tidak tergabung sebagai teman toxic. Kamu bisa berbagi cerita dan meminta pandangan yang objektif dari orang lain yang berada di luar lingkaran pertemanan toxic. Tanyakan pendapatnya terkait hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi jenis pertemanan tersebut. 

Akhiri Pertemanan 

Jika sudah merasa tidak bisa lagi mentoleransi masalah dalam hubungan pertemanan, jangan ragu untuk mengakhirinya. Perlu diingat bahwa menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan diri sendiri merupakan hal yang lebih penting. Dengan begitu, kamu akan lebih fokus dalam menjalani hidup serta aktivitas lainnya tanpa diganggu oleh hubungan yang beracun.

By roket