Fokus dalam mencetak generasi-generasi Qur’ani, Sebelum melanjutkan artikel Daftar 7 Pondok Pesantren Modern di Jawa Timur, Sekedar kami info:

Apabila Anda Mendambakan putra/putri untuk menjadi Tahfidz kunjungi website Pondok Pesantren Tahfidz

Ponpes benar-benar sama dengan pesantren classic. Oleh karenanya bila ingin cari pondok kekinian di Jawa Timur tidak gampang. Beberapa ciri pondok kekinian ialah kurikulum yang masih tetap menimbang pengajaran resmi, selanjutnya disiplin yang dipunyai tinggi, dan bahasa yang diaplikasikan ialah bilingual supaya sanggup hadapi kompetisi global di periode mendatang.

Berikut kami suguhkan 7 ponpes Kekinian di Jawa Timur.

1. Gontor, Ponorogo

Ponpes Gontor tak perlu banyak diterangkan. Pondok yang berdiri di tahun 1926 ini ialah pion ponpes kekinian di Indonesia. Darunnajah, atau Darul Qalam sebagai pondok kekinian besar, alumni dari pondok dalam jumlah santri keseluruhan sekitaran 15.000-an.

Gontor di Jawa Timur banyak memiliki cabang, Kediri namanya Darul Ma’rifat, Banyuwangi namanya Darul Muttaqin. Untuk putri berada di Mantingan Ngawi, di Kediri. Dan di luar Jawa Timur lumayan banyak.

Gontor ialah ponpes kekinian di Jawa Timur yang betul-betul memakai dua bahasa, Inggris dan Arab sebagai alat berkomunikasi santri. Tidak hanya jargon. Dan untuk kurikulum, pesantren ini mempunyai kurikulum sendiri namanya KMI, kulliyatul mua’allimin al islamiyah. Alumninya telah bisa dibuktikan banyak yang meneruskan study di luar negeri.

Alumninya lumayan banyak sebagai figur nasional, Din Syamsudin, KH. Hasyim Muzadi, dan Luqman Hakim Saefudin, dan lain-lain.

2. Al Amin, Prenduan

Al Amin sebagai pesantren kekinian di Madura. Bila melalui jalan raya khusus Madura, pesantren ini akan kelihatan lumayan besar di tepi jalan. Al Amin lahir dengan nuansa kekinian. Secara riwayat anak pendiri Gontor jadi istri salah satunya pimpinan pesantren.

Ketidaksamaan yang paling menonjol dengan Gontor ialah tingkatan pengajaran yang dipunyai oleh Al Amin. Bila Gontor benar-benar konsentrasi pada pengajaran menengah atas dengan ide kekinian, karena itu Al Amin lebih variasi. Ada ma’had salafy. Ada juga ma’had tahfidz.

hal yang menonjol sebagai ketidaksamaan ialah elemen wilayah. Santri Al Amin lumayan banyak yang dari Madura dan daerah Jawa Timur. Tetapi Al Amin masih tetap menjadi satu diantara ponpes kekinian di Jawa Timur.

3. Darul Hikam Mojokerto

Pesantren Darul Hikam Mojokerto lahir di tahun 2003. Pesantren ini berada di Tambaksuruh, Puri, Mojokerto. Pesantren ini mempunyai nuansa pengajaran resmi yang cukup kental. Bila pesantren-pesantren kekinian mempunyai kurikulum sendiri, pesantren ini malah masih tetap menjaga pengajaran SMP dan SMA.

Mekanisme asrama diatur oleh alumni Gontor hingga hasilkan gabungan di antara pengajaran resmi yang lumayan bagus, dengan disiplin pesantren yang bagus. Bahkan juga pertama kali masuk yang disaksikan ialah al Quran, seterusnya pembimbingan akhlaq santri.

Pesantren Tahfidz Quran IndonesiaPesantren ini sukses raih prestasi juara robotic tingkat Asia di Jepang di tahun 2017, dan pada tahun 2015 pernah raih nilai UN paling tinggi dan memperoleh penghargaan dari diknas.

4. Pesantren Al Khair Ponorogo

Rupanya selainnya Gontor, di Ponorogo ada referensi pesantren kekinian di Jawa Timur, namanya Al Khair. Pesantren ini masuk referensi karena sukses melahirkan alumni sampai ke bermacam seluruh dunia, seperti Itali, Cina, dan Pakistan. Mereka bukan hanya beraksi dalam study, tetapi juga bekerja di situ.

Rahasianya ada di faktor Pengajaran yang diberi, yakni Pengajaran berbasiskan Bahasa yang kuat. Khususnya Bahasa Inggris. Ini dilaksanakan karena pimpinan pesantren itu dahulunya sebagai staff kedutaan besar di Pakistan. Hingga dia selalu berpikiran santri tidak dapat cuman beraksi di Indonesia, tetapi juga di dunia.

Karena itu ada istilah di pesantren ini, di kelas kuat Bahasa Arab, di asrama harus bagus berbahasa Inggris.

Faktor yang mendukung kesuksesan setelah itu, santrinya masih tetap sedikit. Ini memungkinkan pemantauan yang ketat untuk mendidik santri optimis menebar ke penjuru dunia. Apalagi dengan tahfidz Quran (Minimum setahun 2 Juz) dan penanaman akhlaq berbasiskan aqidah layaknya seperti pesantren Al Fatah Temboro.

Walau pesantren ini tidak demikian besar, tetapi kami tidak dapat singkirkannya dari pesantren referensi terbaik di Jawa Timur.

5. Al Mawaddah

Di Jawa Timur, pesantren kekinian khusus putri semakin banyak ialah cabang Gontor, Mantingan, dan di Kandangan Kediri. Tetapi ada satu ponpes kekinian di Jawa Timur lain khusus putri, yakni ponpes Al Mawaddah Coper, Ponorogo.

Ini ialah pesantren khusus putri dengan pengajaran benar-benar serupa Gontor, karena salah satunya pimpinannya pimpinan Gontor. Tingkatan pengajarannya juga sama di tingkatan sekolah menengah sampai atas. Tetapi referensi pengajaran berlainan. Kurikulum yang dipakai ialah Depag, MTS dan MA, kombinasi dengan Diknas untuk SMK.

Pengajaran barusan digabungkan dengan kurikulum agama dari Gontor. Yang benar-benar kental dengan pesantren kekinian ialah pengajaran di asramanya. Pesantren ini mempunyai disiplin ponpes kekinian. Di mana waktu ketat sekali dan ditata sebegitu rupa. Oleh karenanya kami masukan ke salah satunya ponpes kekinian di Jawa Timur.

6. Assalam, Senori Tuban

Pondok Pesantren kekinian di Jawa Timur yang lain ialah Assalam, Senori Tuban. Namanya tidak demikian dikenali. Tetapi rupanya mempunyai santri lumayan banyak. 5000-an. Untuk pesantren kekinian, jumlah ini pasti banyak.

Menurut kami sebagai aspek terpenting Assalam mempunyai santri lumayan banyak ialah factor geografis. Di daerah Tuban dan sekelilingnya jarang berdiri ponpes Kekinian. Umumnya ponpes classic seperti Langitan, Al Anwar sarang di Rembang.

7. Al Islah, Lamongan

Satu kembali ponpes Kekinian ialah Al Islah di Lamongan. Pesantren ini dipegang oleh KH. Dawam Saleh. Pesantren ini ialah pesantren alumni Gontor dengan skema pengajaran yang serupa dengan Gontor.

Seperti umumnya pesantren, di ponpes ini santrinya dari putra sampai putri. Kurikulum yang berada di dalamnya ialah kurikulum nasional yang digabungkan dengan kurikulum agama.

By nasya