https://www.dollar.co.id/

Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah

Nilai tukar rupiah dibuka naik 0,31% ke level Rp. 14.487 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Namun, rupiah memiliki potensi untuk ditekan karena menerapkan implementasi pembatasan pada kegiatan komunitas darurat (PPKM) dan kasus Covid-19 yang terus menerobos dalam catatan negara itu.

Rupiah diperkuat dengan mayoritas mata uang Asia. Mengutip Bloomberg, Dolar Singapura naik 0,01%, 0,07% dolar Taiwan, Korea Selatan memenangkan 0,55%, Peso Filipina 0,02%, Cina Yuan 0,13%, Ringgit Malaysia 0,48%. Sementara yen Jepang turun 0,03%, dolar Hong Kong adalah 0,01%, dan Rupee India adalah 0,25%.

Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah

Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah
Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah

Nilai tukar rupiah melemah 0,02% ke level Rp. 14.502 per dolar AS dalam perdagangan di pasar spot sore ini. Dollar Hari Ini Terhadap Rupiah Pengumuman pemerintah yang akan menerapkan implementasi pembatasan pada kegiatan komunitas darurat mikro (PPKM) tidak lagi memiliki efek besar pada rupiah. Sementara itu, tingkat referensi Tingkat Dolar Interbank Spot Jakarta (JISDOR) menempatkan rupiah pada level Rp. 14.539 per dolar AS, naik tiga poin dibandingkan dengan tingkat kemarin. Nilai tukar yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pukul 10:00 pagi.

Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan bahwa rupiah masih bisa depresi hari ini menjadi Rp. 14.570, dengan berbagai dukungan pada Rp. 14.500 per dolar AS. Pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh pelaksanaan PPKM darurat dan sampul harian baru Covid-19 terus memecahkan rekor di Indonesia. “Kondisi ini menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Ariston kepada Katadata.co.id, Senin (5/7).

Tetapi di sisi lain, ia menganggap dolar AS menunjukkan kelemahan karena data ketenagakerjaan AS yang dirilis pada hari Jumat (2/7) malam tidak sebagus ekspektasi peserta pasar. Pasar melihat dua komponen data ketenagakerjaan AS pada Juni 2021 yang di bawah ekspektasi, yaitu meningkatkan data tingkat pengangguran dan data upah rata-rata yang meningkat di bawah ekspektasi.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai rupiah hari ini cenderung bergerak ke samping dan ditutup sedikit lebih rendah. Pada awal sesi, mata uang Garuda bergerak lebih rendah menjadi Rp. 14.550 per dolar AS. “Ini karena masih ada sentimen risiko karena peningkatan kasus Covid-19 disertai dengan penegakan PPKm darurat pemerintah,” kata Josua kepada Katadata.co.id, Kamis (1/7). Namun, melemahnya rupiah, menurutnya, cenderung terbatas setelah pernyataan itu, baik dari Presiden Jokowi dan Menteri Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengenai rincian PPKm darurat. Dalam pernyataan mereka, kebijakan hanya berlaku untuk wilayah Jawa-Bali, dan tidak sekencang batasan pada awal pandemi.