Masa-masa Awal Vans dan Pencapaiannya

Bagaimana menurut Anda jika mendengar merek sepatu ini? Sepatu untuk pemain skateboard atau atlet jalanan, sepatu untuk musisi dalam genre yang energik atau terdistorsi? Hmmm, Anda harus punya ide sendiri tentang sepatu ini dari Paul Van Doren dan rekan-rekannya.

Apapun itu, kamu juga harus tahu, ternyata Vans bukan sekedar brand, melainkan icon dan idola anak muda hingga dewasa seperti sekarang.

Anda ingin mendapatkan info setiap waktu tentang sepatu vans atau sneaker? Silahkan bisa kunjungi tautan tersebut.

Oke, sebelum kita mendalami footprint Vans sebagai salah satu sepatu remaja yang fenomenal, kita perlu mengetahui dulu jenis sepatu Vans itu sendiri.

Van Doren, pencipta Vans, mengatakan bahwa Vans lebih condong ke arah pantai barat daripada pantai timur (pantai barat dan pantai timur adalah dua saingan musik rap di Amerika) dan memiliki bias yang lebih kuat daripada Converse.

Plus, Vans lebih merupakan olahraga individu daripada olahraga tim, diikuti oleh merek olahraga besar seperti Nike. Dan Vans lebih rock dan punk daripada hip-hop. Tapi Vans jelas tentang skateboard.

Masa-masa Awal Vans dan Pencapaiannya

Seperti yang Anda ketahui, van itu sendiri lebih merupakan olahraga, subkultur untuk setiap genre. Performa luar biasa Vans selama periode ini juga tidak luput dari pertarungan penuh.

Namun, ada satu hal yang dapat dikatakan, dan itu telah menjadi bagian dari konsep sepatu Vans sejak dirilis pada 16 Maret 1966 di Anaheim, California. Vans mengikuti konsep yang tidak biasa dalam hal desain dan strategi penjualan.

Simak kombinasi warna dan desain dari Vans yang begitu unik dan berani sehingga sepatu menjadi hal yang umum. Selain itu, sebagian besar produsen barang umumnya harus bekerja sama dengan dealer untuk memasarkan produknya di pabrik.

Namun, Vans menjual langsung, juga dikenal sebagai penjualan langsung, setelah produksi pabrik selesai.

Hasilnya, 12 pasang sepatu The Vans # 44 terjual. Tipe The Vans # 44 sendiri merupakan tipe Vans pertama yang diluncurkan. Vans # 44 terus eksis dan dibuat sedemikian rupa hingga akhirnya mengalami perubahan nama dan lebih dikenal dengan tipe Authentic Vans.

Coba pikirkan, darimana asal inspirasi desain Vans? Tak disangka, ternyata desain Vans terinspirasi dari desain sepatu yang dibuat oleh siswa SMA kala itu. Para karyawan Vans yang melihatnya memberikan masukan kepada perusahaan agar desain juga dibuat dan dikembangkan. Dengan desain dan persiapan sepatu Vans yang keren, perusahaan film yang sedang mencari sepatu untuk objek film “Fast Times at Ridgemont High” bersama Sean Penn akhirnya melirik Vans.

Sean Penn sendiri kemudian membantu mempopulerkan Vans dengan mengenakan slip-on guy dengan kotak hitam putih seperti papan catur pada tahun 1982.

Selangkah demi selangkah, keberadaan van menarik perhatian banyak orang dan mendapatkan popularitas. Hal tersebut tidak lepas dari desain Vans yang dinilai berhasil menampilkan jati diri anak muda karena begitu ekspresif, kasual dan tidak monoton.

Sejak saat itu, tipe slip-on Vans juga digunakan oleh banyak band rock dunia seperti Iron Maiden, Foo Fighters dan The Ting Ting.

Konsekuensi dari popularitas Vans membuat sepatu ini semakin diterima oleh banyak anak muda dari berbagai komunitas, dari artis hingga kreatif hingga anggota band yang memakai sepatu Vans.

Namun, Vans beserta nama-nama tenar di atas mulai dari artis hingga pemain band hanyalah sebagian dari prestasi Vans di masa jayanya. Toh esensi Vans tetaplah brand atau brand sepatu yang lahir dan diolah oleh kaki para pemain skateboard cerdas yang banyak berkeliaran di jalanan ibu kota.

Jadi Vans terus fokus pada skateboard sebagai tujuan utamanya. Untuk mendapatkan penerimaan di kalangan pemain skate, tidak lama kemudian Vans didirikan. Pada awal 1970-an, Vans dikenal sebagai sepatu pilihan dan digunakan oleh pemain skateboard di California Selatan.