Cerita panjang tidak terjadi dalam semalam. Menulis butuh usaha. Lebih dari itu, menulis merupakan upaya sadar untuk mengungkapkan gagasan melalui jalinan kata-kata. Bagaimanapun, menulis menjadi cara kita sendiri untuk berkomunikasi melalui ide. Artikel hanya dibaca ketika diterbitkan, baik itu buku, artikel website, blog, atau artikel di media sosial.

Tetapi kebiasaan menulis membutuhkan banyak dorongan, dan kesabaran saja tidak cukup. Bagian tersulit adalah memotivasi untuk menulis lebih banyak. Jangan berhenti di layar dan tombol keyboard, mulailah mengembangkan kebiasaan menulis yang baik.

Bangun kebiasaan menulis

Saya sendiri tahu bahwa perlu waktu lama untuk mengembangkan kebiasaan menulis. Dulu, saya biasa menulis di bagian belakang buku catatan saya. Baru sekarang membiasakan menulis di laptop dan hp jadi lebih mudah.

Teratur, menulis teratur itu seperti berolahraga, awalnya saya hanya terbiasa bersepeda 5k, kemudian menjadi 10k, lalu 20k. Percayalah, semua butuh waktu.

Cara terbaik adalah menjadikan menulis sebagai rutinitas, berikut beberapa tipsnya:

  1. Menulis setiap hari

Ya, Anda harus menulis setiap hari, jika tidak, bagaimana mengembangkan kebiasaan menulis jika Anda tidak terbiasa menulis sama sekali. Wow, kami dapat membalas pesan Whatsapp setiap hari dan mencoba menghitung berapa banyak kata yang Anda tulis dalam pesanan Anda.

Yang paling mudah bisa dimulai dengan 300 kata sehari, tidak banyak, dan kadang-kadang mencoba 750 kata. Kemudian 750 kata sehari.

Nanti Anda akan menemukan bahwa menulis perlahan itu sangat mudah. Terserah Anda untuk menilai apakah itu ditulis dengan baik atau tidak. Biasanya kita terlalu malas untuk menulis keesokan harinya, jadi inilah tantangan terberatnya. Jangan berhenti, bahkan untuk sementara waktu, untuk membaca buku atau esai, tetapi juga untuk mengisi kembali nutrisi jiwa Anda.

  1. Tetapkan tujuan menulis

Tujuan selalu penting, sebelum Anda menulis, apa tujuan menulis? Ingin menulis esai atau menulis novel. Tetapkan arah tulisan Anda, tidak perlu memaksakan untuk menjadi karya yang bagus. Yang terpenting adalah menjadikannya rutin terlebih dahulu.

Misalnya, jika Anda ingin menulis novel, biasakan menulis cerpen setiap hari. Bahkan jika Anda tidak memiliki ide, sangat bagus untuk menuliskan perasaan Anda

Diselingi dengan berbagai ide tulisan, jadi bukan sekedar tulisan. Ini bisa berupa kepercayaan, kritik, esai, atau resume dari buku yang telah Anda baca.

  1. Luangkan waktu untuk menulis

Soal waktu, tentu saja, adalah yang paling penting, setelah melatih kebiasaan menulis. Mulailah menghabiskan cukup waktu untuk menulis. Jika Anda hanya diberi waktu 10 menit sehari untuk menulis, Anda sudah bisa membayangkan berapa banyak artikel yang bisa Anda tulis.

Beri diri Anda cukup waktu untuk menulis, jangan beri waktu sebentar. Jika ingin menulis sebuah karya, waktu hanya sedikit, kecuali jika ingin menulis puisi, itu lain cerita.

Berikan setidaknya 30 menit waktu menulis, jika mungkin, satu jam. Anda akan menghabiskan berjam-jam menulis tanpa lelah dan haus.

  1. Jangan langsung diedit

Sebagian besar dari kita ingin tulisan kita terlihat bagus. Itu masalahnya, membiasakan menulis dan melupakan keindahan kata, kalau tidak terjalin menjadi kalimat yang baik, itu jadi masalah nantinya.

Saya hanya menulis satu paragraf, buru-buru memeriksa dan mengedit. Pikiran Anda tidak akan mengalir dengan mudah di masa depan. Biarkan pikiran Anda mengalir ke dalam kalimat terlebih dahulu, lalu setelah Anda selesai. Baca lagi, perhatikan kata-kata yang salah eja dan kemungkinan tanda baca yang tidak tepat.

Saya pikir memahami tanda baca sangat penting. Tanda baca berada di tempat yang salah dan mungkin disalahpahami nantinya dalam penulisan.

  1. Tempat Menulis

Cobalah untuk memiliki ruang menulis Anda sendiri di media yang tepat. Memang, menulis di kedai kopi tidak menghasilkan karya yang panjang dan menarik.

Jika Anda ingin mencobanya, di ruangan atau ruangan khusus sehingga Anda dapat menghindari kebisingan dan gangguan kami. Tentu saja, proses penulisan akan bervariasi.

Dan untuk medianya sendiri lebih baik menggunakan komputer (PC atau laptop) daripada handphone yang bisa cepat melelahkan ibu jari. Tapi itu juga tergantung pada kemampuan individu.

  1. Ketahui gaya penulisan Anda

Memahami tulisan Anda sendiri tidaklah mudah, dan gaya menulis Anda sendiri tergantung pada inspirasi tulisan Anda. Tetapi terkadang membaca semua tulisan Anda sendiri akan memberi Anda gambaran tentang bagaimana gaya tulisan Anda berkembang.

Kita akan tahu dimana gaya penulisannya yang salah. Mungkin, terlalu bundaran, sehingga arti dari tulisan itu sendiri tidak jelas.

Dan sesekali bandingkan dengan karya orang lain, agar Anda bisa lebih memahami gaya penulisannya.

Jika semuanya sudah bisa kamu dapatkan, langkah selanjutnya adalah dengan mencari jasa cetak buku yang sudah terbukti kredibilitasnya.

Mungkin hanya itu yang bisa dibagikan. Mulai aktif menulis.