Terhadap 25 Januari 1980, tiga kader MK (Umkhonto wesizwe), suatu kelompok pembebasan Nelson Mandela, lakukan misi sabotase pada depo minyak di dekat Mamelodi.

Akan namun, misi mereka gagal gara-gara pengkhianatan dan polisi membuntuti. Didalam upaya melarikan diri berasal dari kejaran polisi, ketiga anggota MK itu berlindung di suatu bank di pusat kota Pretoria.&Nbsp;

Mereka menyandera seluruh orang dan menuntut pembebasan Mandela sebagai gantinya. Nahas, misi mereka gagal dan pada akhirnya dibunuh polisi.

Insiden berdarah yang menggemparkan global tersebut jadi dasar bagi pengarah adegan Mandla Dube menyebabkan film ini. Film berlatar Afrika yang rilis terhadap 27 April 2022 ini dibintangi oleh sebagian aktor ternama. Sebagian di antaranya adalah sebagai berikut:

 

1. Calvin Khumalo (Thabo Rametsi)&Nbsp;

Calvin Khumalo adalah protagonis di dalam film ini. Di kejadian nyatanya, dia adalah pemimpin aksi penyanderaan yang berjalan di Bank Pretoria. Untuk memerankan peran ini, Mandla Dube mempercayakannya kepada Thabo Rametsi.&Nbsp;

Thabo Rametsi memiliki tugas ganda di sini, yakni menghidupkan lagi sosok Calvin Khumalo dan menyampaikan pesan yang menghendaki disuarakan oleh karakternya pernah di th 1980.

Dikarenakan pesan itulah, maka hampir di tiap tiap dialognya kami akan mendengar Calvin menyuarakan terkait hak pembebasan warga kulit hitam dan penghapusan politik Apartheid di Afrika Selatan.&Nbsp;

Bagi warga kulit hitam, Calvin adalah seorang pahlawan. Tetapi, bagi warga kulit putih yang pernah berkuasa, dia hanya seorang teroris. Polisi kulit putih lebih-lebih bukan melupakan aksi terornya di jaman lalu. Itulah sebabnya Calvin jadi orang nomor 1 yang diburu kepolisian Afrika Selatan era tersebut. 

Thabo Rametsi mengisi hampir semua kisah didalam film ini. Kami mampu memirsa bagaimana sejarah insiden Silverton Siege th 1980 pernah melalui sifat yang diperankannya.

Rametsi berhasil menggambarkan Calvin sebagai sosok pemimpin berkarisma supaya kami akan ikut bersimpati kepadanya walaupun sebenarnya menyandera orang adalah perbuatan keliru. 

 

2. Mbali Terra Mbunda (Noxolo Dlamini)

Noxolo Dlamini beroleh peran sebagai Terra, tidak benar satu anggota MK yang ikut di dalam misi sabotase depo minyak dengan Calvin Khumalo. Dia adalah satu-satunya wanita di dalam kelompok tersebut. Walaupun wanita, Terra bukan terlihat paling lemah. 

Dia memadai jeli memirsa bahwa pengkhianat yang udah membocorkan misi mereka kepada polisi adalah Aldo (Stefan Erasmus). Hasil analisanya memang bukan berlimpah menolong misi Calvin, tapi tersebut sebabkan Calvin memahami siapa anggota yang masih punyai visi yang mirip dengannya. 

Noxolo Dlami berhasil menggambarkan Terra yang putus harapan arena kehilangan kekasihnya. Di sisi lain, dia tunjukkan rasa sedihnya gara-gara kehilangan kekasihnya dan rasa frustrasinya pada negara gara-gara mendiskriminasi kaumnya. Seluruh emosinya tampak tahu. 

Kami barangkali akan berpikir bahwa Terra sahih-sahih udah menyerah bersama suasana yang dihadapinya. Berasal dari raut mukanya kami sanggup menyaksikan bagaimana Terra telah pasrah dan siap untuk mati gara-gara mengerti misinya bukan akan berhasil. 

 

Link nonton : nonton film layarkaca21 lk21 indoxxi

 

3. Aldo Erasmus (Stefan Erasmus)

Stefan Erasmus di sini berperan sebagai keliru satu anggota MK persekutuan Calvin Khumalo. Dia adalah tidak benar satu persekutuan yang bernama Aldo. Aldo ikut di dalam misi sabotase depo minyak yang gagal. 

Sebenarnya, peran Aldo disini bukan segudang. Dia tak lebih berasal dari pengikut saja dan bukan punyai inisiasi layaknya halnya Terra. Stefan Erasmus menggambarkan Aldo sebagai sosok yang bukan tegas, penakut dan cenderung tekankan diri sendiri. 

Menonton total film kami sanggup menilai bahwa Aldo bukan miliki jiwa patriotik layaknya rekan-rekannya di Mk. Yang lebih parah kembali adalah dia berkhianat. Dialah yang membocorkan misi sabotase depo minyak hari tersebut kepada Kapten Langerman.

Nah, Aldo adalah orang pertama di persekutuan tewas, tersebut pun ditembak Terra dikarenakan kecewa ternyata pengkhianatnya adalah Aldo. Aldo dan segala tindakan pengecutnya mampu diakui sebagai sumber kesalahan didalam misi Calvin Khumalo.&Nbsp;

 

4. Kapten Johan Langerman (Arnold Vosloo)

Aktor senior Arnold Vosloo agaknya mampu jadi pembawaan favorit di film ini. Dia dipercaya memerankan cii-ciri Kapten Langerman. Langerman adalah orang yang paling dibingungkan bersama posisinya. Di satu sisi dia pro warga kulit hitam, tetapi di sisi lain dia mesti mematuhi perintah atasan untuk membunuh Calvin dan komplotannya. 

Langerman telah lama membuntuti Calvin. Tetapi, upayanya meringkus persekutuan Calvin selalu gagal. Baginya, Calvin tersebut licin bak belut. Dia juga kesulitan bernegosiasi dengannya. Akan tapi, Kapten Langerman lihat tersedia peluang menangkap Calvin bersama memanfaatkan kelemahan Aldo.&Nbsp;

Kapten Langerman menyandera istrinya dan bersama begitu anggota Mk tersebut tentu akan bersedia jadi pengkhianat bagi Calvin. Dan tersebut berhasil. Tersedia bagian yang dramatis berasal dari sifat Langerman di sini. Yakni sementara dia berhasil menggagalkan misi Calvin, namun rencananya direbut oleh atasannya. 

Dia bukan berniat untuk membunuh Calvin. Baginya, memadai Calvin dijebloskan ke penjara supaya berhenti menebar terror demi perjuangan hak-hak warga kulit hitam. Tapi, atasannya mengintervensi dan malah membunuh Calvin.

Tampak kekecewaan dan rasa frustrasi berasal dari sorot mata sang Kapten yang sebetulnya idamkan politik Apartheid dihapuskan. Bagian ini jadi adegan yang emosional. 

 

5. Pilot Scehaba (Tumisho Masha)&Nbsp;

Tumisho Masha tampil sebagai tidak benar satu pemeran pendukung di film ini dan berperan sebagai Schehaba. Dia adalah seorang pembawaan yang terlibat didalam insiden Silverton Siege pernah. Schehaba adalah pilot yang ditugaskan untuk membawa Calvin dan komplotannya meloloskan diri. 

Namun sebetulnya dia dikirim untuk memata-matai Calvin sehingga sanggup menemukan lokasi persembunyian Mk. Tetapi, Calvin benar-benar cerdas supaya dia mampu tahu bahwa Pilot Schehaba akan menangkapnya, tidak membawanya pergi. 

Nah, dikarenakan posisinya sebagai pemeran pendukung, dia sekedar muncul sebentar. Akan tapi, perannya terlampau berkesan. Schehaba adalah bangsa kulit hitam yang bekerja untuk orang kulit putih.

Karakternya menggambarkan betapa orang kulit hitam pun berada di posisi yang sulit. Kecuali mengabdi terhadap orang kulit putih, kariernya akan berkembang. Tetapi dia kudu siap dicap pengkhianat. 

 

6. Christine (Elani Dekker)

Elani Dekker diplot untuk memerankan peran Christine. Dia adalah penyelia bank daerah terjadinya insiden Silverton Siege tersebut. Christine adalah warga kulit putih yang pro kulit hitam. Menjadi di dalam film ini, Christine berpihak kepada Calvin dan berharap perjuangannya menghapuskan politik apartheid dihapuskan. 

Di film ini, Christine adalah sandera yang berharga gara-gara dia adalah putri berasal dari Menteri Kehakiman. Itulah sebabnya, Kapten Langerman mengidamkan Christine dibebaskan terlebih dahulu. Menariknya, Christine menampik pergi berasal dari bank yang mana tersebut menyebabkan seluruh orang keheranan. 

Tapi, sikapnya adalah suatu bentuk ketidaksetujuannya pada ayahnya yang membenci orang kulit hitam. Dia menegaskan bahwa dirinya bukan rasis layaknya kebanyakan orang kulit putih. Dia menjunjung kesetaraan seluruh ras. Sikap toleransi-nya pun menyebabkan Calvin sanggup terima trauma jaman kecil pada orang kulit putih. 

BACA Juga&Nbsp; 8 Fakta Menarik di Balik Keberhasilan Film Harry Potter (2001-2011)
Nah, Dekker adalah sosok yang tepat membawakan peran ini. Dia menggambarkan sosok Christine berempati kepada siapa pun terlepas berasal dari rona kulitnya bersama baik. Sifat Christine perlihatkan bahwa orang kulit putih bukan semuanya membenci orang kulit hitam. 

 

7. Rachel (Michelle Mosalakae)

Pembawaan Rachel yang diperankan oleh Michelle Mosalakae di film ini terhitung pembawaan pendukung yang screentime-nya singkat tetapi miliki impact besar pada kisah. Dia adalah seorang wanita yang mati-matian mengubah dirinya jadi orang kulit putih. 

Rachel berdandan seperti orang kulit putih, mengenakan riasan yang menyamarkan bukti diri aslinya sebagai orang kulit hitam, dan berteman bersama dengan kalangan orang kulit putih. Seluruh tersebut dilakukannya demi dapat diterima di lingkungan orang kulit putih. 

Ketika memerankan Rachel, Mosalakae sahih-sahih keseluruhan. Dia berubah jadi orang yang menjengkelkan dan amat rasis. Dia bukan mau berdekatan bersama orang kulit hitam padahal dirinya sendiri berasal berasal dari kaum kulit hitam. Lihat karakter aktingnya, rasanya sulit dipercaya bahwa film ini adalah debutnya sebagai aktris layar lebar. 

8. Schoeman (Deon Coetzee)

Aktor Deon Coetzee di film ini berperan sebagai polisi bawahan Kapten Langerman. Dia merupakan tidak benar satu orang yang kulit putih yang bukan bekerja bersama hati. Serupa layaknya Langerman, tubuh Schoeman mengikuti perintah atasannya, namun hatinya bukan setuju bersama tindakan rasis pada warga kulit hitam. 

Deon Coetzee di sini adalah peran pendukung. Menjadi, kami bukan akan melihatnya kerap muncul di film ini. Coetzee hampir selalu tampil bersama dengan Arnold Vosloo. Dan kebersamaan mereka menyatakan bahwa mereka satu visi. 

Tersebut dia 8 pemeran di dalam film Silverton Siege. Tak hanya menampilkan cerita historis yang miliki makna mendalam bagi orang kulit hitam di Afrika Selatan, film ini menarik sebab visual dan scoring-nya. 

Aktualisasi diri para pemeran pun mengakibatkan film ini terasa lebih emosional. Keadaan genting dan haru menyergap perasaan di lebih dari satu adegan. Rasanya kami sanggup merasakan betapa menderitanya orang-orang di Afrika Selatan gara-gara kehidupan mereka dibatasi oleh dikarenakan rona kulit yang berbeda.

By toha