Perbedaan Temulawak dan Kunyit

Persamaan dan Perbedaan Temulawak dan Kunyit Jarang Diketahui, Kamu Harus Tahu! – Sekilas, temulawak dan kunyit memang banyak memiliki kesamaan. Mereka sama tumbuhan yang dari keluarga Zingiberaceae dan mempunyai genus Curcuma.

Meskipun begitu, ke-2 nya mempunyai nama spesies berlainan, yaitu Curcuma domestica untuk kunyit dan Curcuma zanthorrhiza untuk temulawak. Tidak salah, ke-2 nya juga mempunyai beberapa ketidaksamaan menonjol, dimulai dari wujud tanamannya, wujud rimpangnya, sampai peranan dan pendayagunaannya.

 

maklon kosmetik

Cari Pabrik Maklon Kosmetik dan Skincare Terbaik? Cek Disini

 

  1. Ketidaksamaan Temulawak dan Kunyit Dari Sisi Fisik

Ketidaksamaan temulawak dan kunyit dapat dikenal dari wujud fisik rimpangnya. Disamping itu, karena ke-2 nya sebagai tanaman yang tumbuh di bawah tanah, Anda dapat membandingkan temulawak dan kunyit dari wujud daun, tangkai, dan bunganya.

  1. Rimpang

Di dapur, temulawak dan kunyit umumnya telah berwujud rimpang. Coba tempatkan ke-2 nya secara bersebelahan, karena itu Anda akan mendapati beberapa ketidaksamaan temulawak dan kunyit.

Walau warna kulitnya sama kuning kotor atau cokelat kemerahan, ke-2 nya berlainan dari sisi ukuran. Wujud temulawak semakin besar dan bundar, dan kunyit lebih lonjong dan ramping.

Warna ‘daging’ temulawak dan kunyit umumnya sama kuning sampai jingga tua. Tetapi, kandungan kuning pada kunyit umumnya lebih pekat hingga tanaman ini banyak digunakan sebagai bahan warna makanan, misalkan pada kari, opor, sampai nasi kuning.

  1. Tangkai dan Daun

Selainnya mengenal ketidaksamaan temulawak dan kunyit dari rimpangnya, Anda bisa juga membandingkan ke-2 nya sejak berwujud tanaman. Dari wujud tangkai, ke-2 nya sama berbatang semu, tetapi tangkai temulawak dapat tumbuh sampai 2 mtr., dan tangkai kunyit lebih pendek, yaitu sekitaran 1 mtr. saja.

Daun tanaman kunyit dan temulawak sama cukup lebar dengan ukutan lebar dapat capai 18 cm. Namun, panjang daun temulawak umumnya cuma sekitar 50-55 cm, dan daun kunyit dapat memanjang sampai 31-83 cm.

 

Baca juga: urutan skincare remaja

 

  1. Ketidaksamaan Temulawak dan Kunyit Dari Perannya

Secara peranan, ketidaksamaan temulawak dan kunyit cukup berarti. Satu diantaranya ialah saat ke-2 nya dimakan dalam jatah yang semakin banyak.

Makan kunyit kebanyakan disebut bisa menyebabkan sakit di perut, pusing, mual, sampai diare. Kebalikannya, konsumsi temulawak dengan jumlah yang sedikit di atas normal dipandang semakin aman untuk lambung, bahkan juga tanaman ini dapat digunakan untuk memudahkan beragam permasalahan pencernaan, seperti perut kembung, sakit di perut, sampai irritable bowel syndrome (IBS).

Meski begitu, temulawak dan kunyit mempunyai beberapa kesamaan dalam soal faedah, yakni:

  1. Menurunkan Tanda-tanda Osteoartritis

Temulawak dan kunyit sama memiliki kandungan curcumin yang bisa menurunkan infeksi hingga memudahkan ngilu karena osteoartritis.

  1. Kurangi Kegemukan

Karakter anti peradang pada temulawak dan kunyit bisa kurangi minyak dan lemak pada tubuh.

  1. Sehatkan Jantung

Di luar ketidaksamaan temulawak dan kunyit, ke-2  tanaman ini bisa dibuktikan bisa kurangi kandungan cholesterol jahat (LDL) dan trigliserida hingga kandungan cholesterol Anda condong normal yang selanjutnya turunkan resiko Anda terserang beragam penyakit jantung.

  1. Menahan Diabetes

kunyit dan temulawak dapat tingkatkan metabolisme gula pada darah sehingg turunkan resiko Anda terserang diabetes.

  1. Sehatkan Hati

konsumsi konsentrat temulawak dan kunyit bisa dibuktikan bisa kurangi paparan radikal bebas yang bisa menghancurkan hati, walau claim ini baru berdasar riset pada hewan.

 

Baca juga: Raphael Michael CEO Pabrik Maklon

 

  1. Menahan Kanker Usus

walau claim ini baru berdasar riset tahapan awalnya, tidak ada kelirunya konsumsi kunyit atau temulawak yang mempunyai potensi menahan Anda terserang kanker usus dan tipe kanker yang lain.

Nach, sekarang Anda sudah tahu ketidaksamaan temulawak dan kunyit. Bila Anda ingin memperoleh faedah di atas, ke-2  tanaman ini telah banyak dibuat jadi jamu tradisionil yang dipasarkan bebas. Anda juga dapat segera rebusnya bersama bahan lain, seperti asam dan gula jawa, selanjutnya minum airnya.