Banyak orang berkata “seandainya aku punya uang banyak aku akan bangun panti asuhan”. Membangun panti asuhan seakan-akan sesuatu yang “WAH” dan butuh dana yang sangat besar. Akan tetapi benarkah demikian..?

Sebenarnya modal utama membangun panti asuhan adalah HATI , hati yang baik , penyayang dan penuh cinta pada sesama. Ada kenalan temanku sangat kaya raya , berbagai mobil mewah terparkir di garasinya termasuk mobil sport Porsche . Dia membangun panti asuhan dengan gedung yang sangat megah dan mewah di atas tanah yang luas .Tapi apa yang terjadi ? , tidak sampai 6 bulan panti asuhannya bubar karena anak-anak dan pengurusnya semua kabur.

Penulis ketika membangun panti asuhan di Bandung dalam keadaan sangat terpuruk , usaha hancur dan terbelit hutang. Sehingga akhirnya memutuskan untuk berprofesi sebagai ojeg online. Dimulai hanya 2 anak berkembang jadi 7 anak , akhirnya mengurus puluhan anak.

Kalau dikatakan sulit sebenarnya membangun panti asuhan prosesnya tidak sulit . Dimulai dari administrasi dengan membuat Akta Notaris pendirian Yayasan. Yayasan terbagi tiga yaitu Yayasan Sosial , Keagamaan dan Pendidikan dimana kita hanya boleh memilih salah satunya saja. Ini dikarenakan masing-masing jenis Yayasan tersebut memiliki “bapak” yang berbeda. Yayasan Sosial menginduk pada Kementrian Sosial , yayasan Keagamaan menginduk pada Kementrian Agama , sementara Yayasan Pendidikan menginduk pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.Sementara organ pengurus Yayasan minimal harus 5 orang yang terdiri dari Pembina , Pengawas , Ketua , Sekretaris dan Bendahara.

Tahap berikutnya adalah membuat S.K Kemenkumham yang mengesahkan Lembaga / Badan tersebut yang biasanya sudah dibikin satu paket oleh Notaris.

Tahap kemudian adalah membuat Surat Keterangan Domisili Yayasan dimana KTP Ketua harus sama dengan alamat domisili Yayasan . Surat Domisili ini dibuat di Kelurahan dan Kecamatan dengan pengantar dari RT dan RW setempat. Surat domisili ini menerangkan tempat kedudukan Yayasan dan nama penanggung jawabnya yaitu Ketua Yayasan.

Tahap akhir adalah membuat Surat Terdaftar pada Dinas Sosial Kota/Kabupaten setempat dimana Surat ini menjadi izin prinsip penyelenggaraan panti asuhan.Apabila panti asuhan minimal telah berjalan satu tahun maka harus diurus juga tanda terdaftar di Dinas Sosial Provinsi. Surat terdaftar ini masa berlakunya hanya 1 tahun dimana setiap tahun pengelola panti diharuskan membuat laporan lengkap ke Dinas Sosial yang akan diikuti dengan pemeriksaan di lapangan oleh petugas dari Dinas Sosial.

Selain itu ketika usia Panti Asuhan minimal berusia 1 tahun , pihak Kementian Sosial atas rekomendasi Dinas Sosial Kota/Kabupaten setempat akan melakukan pemeriksaan ke lokasi dan melakukan proses akreditas Panti Asuhan yang dibagi dalam 3 kelas A , B , dan C.

Jadi sebenarnya proses administrasi fisik panti asuhan tidaklah terlalu rumit.Yang sulit adalah mengelola anak-anak yang dinaungi oleh panti asuhan , karena mengelola manusia jauh lebih sulit daripada memelihara kucing atau kelinci misalnya. Bayangkan saja ada puluhan anak kecil dengan segala tingkah polahnya di rumah anda. Sanggupkah anda menanganinya..? . Seperti ucapan kawanku “lebih baik aku nyumbang aja daripada ngurusnya , ga mungkin sanggup aku”.

 

 

 

 

 

 

By roket