Seperti kita ketahui bahwa beasiswa LPDP ( Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan ) yang didalam pengawasan beasiswa ini ada tiga kementrian yaitu kementrian keuangan, kementrian pendidikan dan kebudayaan, dan kementrian agama, beasiswa ini sangat populer untuk kamu yang melanjutkan jenjang S1 ke S2 ke universitas dalam negeri dan luar negeri dengan masa studi untuk S2 adalah 2 tahun dan S3 adalah 4 tahun.

Dan di dalam beasiswa LPDP kamu akan mendapatkan benefit : Biaya pendaftaran gratis, SPP gratis dan mendapatkan tunjangan buku, biaya disertasi, tesis, penelitian, biaya visa, biaya transport PP, biaya wisuda, biaya visa, dan biaya hidup dan biaya kedatangan, dan biaya asuransi.

Untuk mendapatkan beasiswa tersebut kamu akan dihadapi seleksi wawancara di lembaga tersebut apakah kamu layak atau tidak untuk menerima beasiswa tersebut, untuk itu team penerus hamka akan memberikan 13 tips wawancara agar kamu lolos dalam seleksi beasiswa tersebut, berikut adalh tipsnya.

1. Jangan Menghafal Pertanyaan

Mungkin ada tipe orang yang nyaman dengan menghafal pertanyaan dengan mengumpulkan informasi di berbagai blog dan forum agar pertanyaan tersebut dapat di list dan agar lebih mantap dan terstruktur dalam menjawab pertanyaan yang di ajukan untuk kamu, tetapi menjawab secara natural dapat lebih memuaskan, usakan lebih spontan dalam menjawab pertanyaan dari penguji, dan jawaban spontan tetapi terstruktrur dan tidak keluar dari jalur membuat kamu bisa membangun chemistry antara kamu dan penguji.

2. Kumpulkan Referensi Pertanyaan

Mengumpulkan referensi pertanyaan sangat penting karena kamu dapat mengetahui medan yang akan kamu lalui, cari pengalaman orarang-orang yang sudah melalui tahap wawancara ini, kamu bisa mencarinya di blog, youtube dll, setelah kamu mendapatkan semua referensi pertanyaan kamu dapat membuat poin-poin jawaban agar memudahkan kamu.

3. Argumentasi Jawaban Harus Spesifik. Spesial dan Tidak Mainstream

Didalam menjawab pertanyaan dari para panelis, kamu usahakan mempunyai nilai jual di mata pewawancara, karena para pewawancara beasiswa LPDP tidak hanya mewawancara kamu saja, mungkin sudah ribuan orang yang mereka wawancarai, jangan kamu utarakan jawaban yang sangat mainstream contoh kamu ditanya : Apa yang membuat kami harus meluluskanmu dalam beasiswa LPDP ini, contoh jawaban mainstreamnya : karena saya ingin berguna bagi nusa dan bangsa, contoh lain : saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya, jawaban itu terlalu mainstream, cari jawaban lain yang lebih spesifik, unik / jawaban kamu yang berbeda dari saingan kamu yang lain, seperti kamu bisa mengambil contoh jawaban yang ini : kondisi di daerah kami kondisinya seperti (ini) dan bisa di selesaikan dengan solusi seperti (ini) ( *ini yang dimaksud adalah kamu menjelaskan antara masalah dan solusi ) dan untuk mencapai solusi tersebut dibutuhkan pakar-pakar yang ahli di dalam bidangnya, yang dimana pakar di desa kami masih sangat terbatas, maka dari itu untuk memberikan kontribusi terhadap desa kami, intinya kamu harus bisa mengangkat isu yang spesifik agar jawabanmu tidak terlihat mainstream.

By toha